Jumat, 05 Desember 2014



Sosok Pemuda yang Ramah


                  
Yaomil Ashar atau yang kerap disapa Yaomil merupakan sosok pemuda yang lahir di Batulappa Desa Tompo pada Tanggal 27 Mei 1997. Sosok pemuda  ini lahir pada pertengahan malam tepatnya pukul 02.00 dini hari. Sosok pemuda ini merupakan buah kebahagiaan dari pasangan Pak Kasmi S.pt bersama ibu Hj. Suharmawati S.ST. dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Adiknya yang pertama bernama Nurul Maqfira dan adik keduanya bernama Khausnul Hatima Azzahra
Ia memulai pendidikannya ketika menginjak usia 5 tahun dengan memasuki taman kanak-kanak, setelah setahun ia pun melanjutkan pendidikannya di SD Inpres Batulappa dan selama bersekolah di SD ia telah mendapat 3 kali peringkat pertama di kelas, setelah lulus ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 3 Balusu,  SMA NEG. 2 BARRU, merupakan sekolah tujuan selanjutnya dari sosok pemuda yang ramah yang pandai ini, menurutnya sekolah ini mempunyai prestasi yang bagus, guru-guru yang mengajar merupakan pilihan dan ini juga merupakan sekolah berasrama Menurut dia, SMA NEG. 2 BARRU akan menjadi tempatnya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya, demi meraih cita-cita yang sangat diimpikannya yaitu menjadi seorang Dokter Hewan, selain itu ia juga ingin membanggakan kedua orang tuanya. Dengan mengukir prestasi di sekolah ini.
Seperti anak laki-laki pada umumnya, ia juga mempunyai hobi berenang,  bermain sepak bola, dan lain-lain. Hari-harinya selalu ia isi dengan menghafal  Al –Quran, biasanya ketika selesai shalat magrib ia biasa menghafal beberapa ayat.Anak yang memfavoritkan warna putih ini mempunyai motto hidup “Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fanstastik, dan sporadis, namun setiap elemenya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan, ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan”.
Adapun pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupnya, pengalaman ini  terjadi ketika pertama kalinya ia keluar daerah Barru untuk mengikuti kejuaraan nasional di teluk Elang Ogan Kemilir provinsi Sumatera Selatan pada Tahun 2011. Selain pengalaman berkesan, pasti akan ada juga pengalaman yang pahit, seperti hal yang telah di alaminya. Peristiwa pahit yang dialaminya yaitu sampai saat ini masih berbekas. Ia hampir kehilangan nyawanya karena tersengat aliran listrik yang bertegangan tinggi,
Untung nya ia masih selamat dari kejadian itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar