Sosok Pemuda yang Ramah
Yaomil Ashar atau yang kerap disapa Yaomil merupakan sosok pemuda yang lahir
di Batulappa Desa Tompo pada Tanggal 27 Mei 1997. Sosok pemuda ini lahir pada pertengahan malam tepatnya
pukul 02.00 dini hari. Sosok pemuda ini merupakan buah kebahagiaan dari
pasangan Pak Kasmi S.pt bersama ibu Hj. Suharmawati S.ST. dan merupakan anak
pertama dari tiga bersaudara. Adiknya yang pertama bernama Nurul Maqfira dan
adik keduanya bernama Khausnul Hatima Azzahra
Ia memulai
pendidikannya ketika menginjak usia 5 tahun dengan memasuki taman kanak-kanak,
setelah setahun ia pun melanjutkan pendidikannya di SD Inpres Batulappa dan selama
bersekolah di SD ia telah mendapat 3 kali peringkat pertama di kelas, setelah
lulus ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 3 Balusu, SMA NEG. 2 BARRU, merupakan sekolah tujuan
selanjutnya dari sosok pemuda yang ramah yang pandai ini, menurutnya sekolah
ini mempunyai prestasi yang bagus, guru-guru yang mengajar merupakan pilihan
dan ini juga merupakan sekolah berasrama Menurut dia, SMA NEG. 2 BARRU akan
menjadi tempatnya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya, demi meraih cita-cita
yang sangat diimpikannya yaitu menjadi seorang Dokter Hewan, selain itu ia juga
ingin membanggakan kedua orang tuanya. Dengan mengukir prestasi di sekolah ini.
Seperti anak
laki-laki pada umumnya, ia juga mempunyai hobi berenang, bermain sepak bola, dan lain-lain.
Hari-harinya selalu ia isi dengan menghafal Al –Quran, biasanya ketika selesai shalat
magrib ia biasa menghafal beberapa ayat.Anak yang memfavoritkan warna putih ini
mempunyai motto hidup “Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius,
fanstastik, dan sporadis, namun setiap elemenya adalah subsistem keteraturan
dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima
kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan, ini fakta
penciptaan yang tak terbantahkan”.
Adapun
pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupnya, pengalaman ini terjadi
ketika pertama kalinya ia keluar daerah Barru untuk mengikuti kejuaraan
nasional di teluk Elang Ogan Kemilir provinsi Sumatera Selatan pada Tahun 2011.
Selain pengalaman berkesan, pasti akan ada juga pengalaman yang pahit, seperti
hal yang telah di alaminya. Peristiwa pahit yang dialaminya yaitu sampai saat
ini masih berbekas. Ia hampir kehilangan nyawanya karena tersengat aliran
listrik yang bertegangan tinggi,
Untung
nya ia masih selamat dari kejadian itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar