Kamis, 18 Desember 2014

Cerpen Wawancara/Khayalan

Telaten dan Teguh

Di bawah alun-alun yang berdiri dengan megahnya terlihat Bapak Kafiun yang sedang menjajakan barang-barang elektronik yang merupakan salah satu usahanya dalam mencari nafkah untuk keluarga kecilnya.
Tak lama termenung lama, terlihat ibu-ibu yang sedang berebutan barang elektronik yang ingin mereka beli. Betapa kebingungannya Bapak Kafiun meladeni mereka, sesekali ia mengusap kepalanya.
Beberapa selang waktu berlalu, semua orang-orang itu akhirnya puas dengan pelayanan Bapak Kafiun.
Selain disisi kecapekannya, terlihat pula raut wajah Bapak Kafiun yang senang karena barang-barang jualannya laku keras.
Aku yang sedari tadi memperhatikan Bapak Kafiun, memberanikan diri untuk menemuinya ingin mewawancarainya untuk tugas cerpen Kewirausahaan.
“Pak, Boleh minta waktunya sebentar?” Ucapku memulai percakapan.
“Waktu itu uang, Nak?” Jawab Pak Kafiun seraya tertawa.
“Hahah, Bapak ini lucu yaa. Oke langsung saja, Bapak memulai usaha ini sejak kapan?” Tanyaku.
“Kalau tidak salah sudah 3 tahun yang lalu, Nak.” Ucap Bapak Kafiun.
Percakapanpun berlanjut terus menerus. Bapak Kafiun adalah sosok pewirausahaan yang telaten dan teguh dalam menjalankan usahanya. Dengan modal seratus ribu rupiah, ia dapat mengembangkan usahanya sampai seperti sekarang ini. Menurutnya usaha apapun itu asal halal akan dia laksanakan. Tanpa kenal lelah ia menjajakan barangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar