Telaten dan Teguh
Di bawah alun-alun yang berdiri dengan megahnya terlihat Bapak Kafiun yang sedang menjajakan barang-barang elektronik yang merupakan salah satu usahanya dalam mencari nafkah untuk keluarga kecilnya.
Tak
lama termenung lama, terlihat ibu-ibu yang sedang berebutan barang elektronik
yang ingin mereka beli. Betapa kebingungannya Bapak Kafiun meladeni mereka,
sesekali ia mengusap kepalanya.
Beberapa
selang waktu berlalu, semua orang-orang itu akhirnya puas dengan pelayanan
Bapak Kafiun.
Selain
disisi kecapekannya, terlihat pula raut wajah Bapak Kafiun yang senang karena
barang-barang jualannya laku keras.
Aku
yang sedari tadi memperhatikan Bapak Kafiun, memberanikan diri untuk menemuinya
ingin mewawancarainya untuk tugas cerpen Kewirausahaan.
“Pak,
Boleh minta waktunya sebentar?” Ucapku memulai percakapan.
“Waktu
itu uang, Nak?” Jawab Pak Kafiun seraya tertawa.
“Hahah,
Bapak ini lucu yaa. Oke langsung saja, Bapak memulai usaha ini sejak kapan?”
Tanyaku.
“Kalau
tidak salah sudah 3 tahun yang lalu, Nak.” Ucap Bapak Kafiun.
Percakapanpun
berlanjut terus menerus. Bapak Kafiun adalah sosok pewirausahaan yang telaten
dan teguh dalam menjalankan usahanya. Dengan modal seratus ribu rupiah, ia
dapat mengembangkan usahanya sampai seperti sekarang ini. Menurutnya usaha
apapun itu asal halal akan dia laksanakan. Tanpa kenal lelah ia menjajakan
barangnya.