Syair Nyanyian Anak
Dengan mengucapkan bismillah kami memulai, alhamdulillah
dengan mengucapkan salawatnya nabi Muhammad SAW. Dengan takbir Allahurobbi,
sampailah maksud yang di cintai. Seorang anak yang cintanya sudah lama,
sekarang sudah kami terima. Seorang anak yang di beri nama oleh orang tuanya,
kami ayunkan bersama-sama. Emas dan perak kami ayungkan, anak itu pun di taruh
didalam ayunan. Tali ayunan kami pegangkan, kemudian emas dan perak kami nyanyikan. Dipanggillah kami orang
sekalian, oleh ibu dan bapak tuan. Serta di beri minum dan makan,untuk
menyertakan syukurkepada Tuhan, syukur kepada Allah ta’ala. Karena mendapat
intan gemala, dan memberih sedekah beberapa pula. Dengan sekedar ada segala,
dan dipanggillah sekalian kaum kerabat. Serta sekalian handai sahabat, dengan
segala jiran kawan berdekat. Semuanya datang kesini degan selamat, jauh dan
dekat datang sekalian. Besar dan kecil laki- laki dan perempuan, setenganya ada
yang datang dengan berjalan. Dan setengahnya berjalan berpayung awan, dan
ingatlah kami datang bertalu. Mengunjungi engkau di hilir dan hulu, mengayun
engkau bermaksud begitu. Karena niat dari ibu dan bapakmu, jika panjang sudah
umurmu.
Jasa mereka berdua harus di balas olehmu, wahai anakku
pikirkanlah ia olehmu, besarkanlah hati ibu dan bapakmu, ibu dan bapakmu
marilah kita degarkan. Anak yang di ayun dan kami nyanyikan, dan brsama-sama
kita doakan. Harap allah minta perkenaan, adapun anak di masa kecilnya. Harum-haruman
ibu dan bapaknya, hinggalah sampai masa umurnya. Tujuh tahun telah genap
bilangannya, mungkin telah sampai tujuh tahun kiraannya. Umur anak muda yang bangsawan , inilah anak yang menjadi perhiasan. Kepada ibu dan bapakmu tuan.
Sepuluh tahun telah cukup bilangan, ketika itu telah menjadi tulan, atau seteru
menjadi lawan, demikianlah anak yang kami khabarkan. Ibi dan bapakmu meminta
untuk pikirkan, carilah ilmu dan janganlah segan, memeliharakan anak serta
pelajaran, jika besar cahayanya mata.
Ajarkanlah ilmu agama kita, jika ilmu tak ada di kita.
Serahkan lah kepada alim pendeta, demikianlah anak supaya berilmu. Baik dan
jahatnya nyata di situdengan sebab demikian itu, jadilah baik sebarang yang
laku, jikalau demikian maka akan peri. Tentulah anak tidak mengerti, maka
jadilah anak buta dan tuli. Baik dan jahat sama sekali, jika anak tiada
mempunyai pelajaran. Halal dan haram di serupakan, bersifat salah karena tidak
berpengetahuan. Dan akhirnya anak menjadi lawan, jika anak melawan sudahlah pasti.
Ibu dan bapak sudah tidak peduli, sebab kita tidak mengajari, dunia dan akhirat
kita nan rugi, betapa tidak rugi
demikian. Dari kecilnya kita harusnya peliharakan, beberapa belanja harta yang
dihabiskan. Sudahlah besar menjadi lawan, di dalam dunia demikian peri. Di
akhirat azab di terima lagi, pelajaran yang ada tidak di pedulikan lagi. Anak
pun dibiarkan bersuka hati, maka telah nyatalah kerugian dari ibu dan bapak.
Karena mereka tidak mengajar anak mereka, sebab itu janganlah sesekali untuk
tidak mengajarkan anak, ikhtiarkanlah dengan sungguk pelajaran kepada anak,
dengan sebenar-benarnya pelajaran itu. Boleh lah baik tingkah dan laku. Maka
jadilah anak orang nimor satu. Di dunia dan diakhirat boleh membantu, anak yang
demikian jikalau kiata dapat. Laksana penyakit yang menjadi obat, demikianlah
tuan mula ibaratkan. Maklumlah tuan karena makrifat, ayuhai ibu ayuhai bapak.
Demikianlah nasehat kami serentak, harap perkenaannya maka
janganlah tidak. Mmudahlah sampai barang kehendak, sehingga itu berhati sudah.
Mengayun anak nazam di tambah, harap selamat berhati sudah. Supaya hati ibumu
janganlah gundah, wahai anakku segerahlah tidur.lekaslah besar supaya masyur,
jika anakku tidaklah tidur. Ibu dan bapakkmu menjadi hibur, ayuhai anak ingat
lah olehmu. Harap di balas di balas jasa
ibumu, serta pula jasa bapakmu, kemudian pua hendai sahabatmu, sehingga itu
berarti mudah. Mengayun nazam anak ditambah, nazam pun di mulai dengan
mengucapkan bismillah, dan disudahi dengan alhamdulillah, ya Allah kholikul
bakhri. Berilah petunjuk kepada sekalian kami, imam dan taat jadikan lah kepada
kami, dunia dan akhirat minta kami untuk disenangi.
kontol
BalasHapusLol
Hapus